25 Juli 2009

Takut oi,,, kata Israel

Senjata-Senjata yang Bikin Takut Israel

Roket Al-Qassam
Al-Qassam-1, pertama kali diluncurkan terhadap sasaran Israel pada bulan Oktober 2001, telah mampu menjangkau jarak 3 kilometer. Pada tahun 2007, Al-Qassam-1 jangkauannya meningkat menjadi sekitar 10 km. Untuk sasaran jarak pendek diproduksi Al-Qassam-2 dengan berat 35 kg (77 lbs), memiliki diameter 115 mm dan berat 8 kg untuk hulu ledaknya, panjang 180 cm , dan mampu menjangkau jarak 6-7 kilometer . Juga diproduksi Qassam-2 yang digunakan untuk sasaran jarak jauh , dengan berat 50 kg (110 lbs), panjang 250 cm (sekitar 8 kaki), memiliki diameter 115 mm dan 8kg untuk hulu ledaknya, dan telah mampu mencapai maksimum jarak 10 km (6 miles) .

Hamas juga memproduksi sebuah model roket dengan mesin yang terpisah yang pada dasarnya adalah standar roket jenis Grad. Model mesin terpisah ini, pertama kali diluncurkan pada bulan Juni 2006, dengan berat 40-50 kg, (88-110 pounds), memiliki diameter 115 mm, hulu ledak dengan berat 10 kg, dan dapat menjangkau hingga jarak 10 km.



Al-Qassam-2 telah mampu menyerang masyarakat Israel dan aset-aset strategis Israel di dekat ke Jalur Gaza. Pada tanggal 28 Agustus 2003, Operasi Hamas di Jalur Gaza telah menembakkan roket Al-Qassam-2 ke bagian selatan kota pelabuhan Israel Ashkelon. Roket tersebut mendarat di dekat tempat pembuatan bir Carlsberg,dan nyaris menghancurkan pusat pembangkit listrik disana.

Pada bulan September 2005, Hamas melaporkan mengembangkan roket Al-Qassam dengan jangkauan 16,5 kilometer (10 mil) yang ditembakkan ke Ashkelon dari dari Jalur Gaza.
Pada Januari 2006, laporan media menunjukkan bahwa roket-roket Al-Qassam telah mampu menjangkau 10-40 kilometer (6-25 mil). Pada bulan Februari dan Maret, Jihad Islam mengembangkan roket yang berbasis pada roket Al-Qassam dan berhasilmenghancurkan tempat-tempat strategis di Ashkelon.



Pada bulan Juni 2006, Hamas menembakkan roket Al-Qassam yang dilengkapi dengan dua mesin.
alyassin.jpg
Roket Al-Bana Al-Yassin (Roket Anti Tank)
Kedua roket ini diproduksi oleh HAMAS yang merupakan modifikasi rudal PG-2 Rusia yang mampu menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter.

Roket Al-Batar
Roket anti tank Al-Batar dilengkapi dengan hulu ledak seberat 3,5 kilogram dan memiliki jangkauan lebih dari 3.000 meter (1,86 mil).

Roket Al-Samoud
Roket kaliber 120mm Al-Samoud memiliki jangkauan hingga 8 kilometer (4,97 mil).

Rayyan Roket Anti Serangan Udara
Pada bulan November 2004, HAMAS telah mengembangkan Rayyan roket anti Serangan Udara pertama di Palestina. Menurut salah satu komandan Brigade Al-Qassam, Nizar Rayan (yang telah syahid), roket ini mampu menjatuhkan helikopter Israel, UAV, dan pesawat-pesawat yang beroperasi di atas Jalur Gaza. Sumber HAMAS mengatakan proyek roket anti Serangan Udara ini didasarkan pada keahlian dan pelatihan yang diberikan oleh Iran dan Hizbullah. Hamas telah berusaha untuk menghasilkan varian dari roket asal Soviet SA-7 – yang digunakan oleh Hizbullah di Lebanon selatan.
hamas_rayyan.jpg

Anak - anak Hafiz Quran
Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.
Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
anak hamas.jpg
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar