24 Agustus 2009

LOVE is CINTA


Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.....
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... "

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk
Oke kita teruskan...

16 Agustus 2009

Arti Seseorang

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.



Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan.aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

-------------------------------------------------------------------------------------
Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.


yours,
Mario
-------------------------------------------------------------------------------------

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.





SETAHUN KEMUDIAN



Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" Mario, suamiku.

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku..

Ternyata aku keliru. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.



Istrimu,
Rima"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di surat yang lain,

"Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha"


Disurat yang kesekian,


".Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.


Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.."

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.


Disurat terakhir, pagi ini

"..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?"

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante.. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku.

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

hikhik,,, umak-umak aq sedih nian,,,...

Oke kita teruskan...

12 Agustus 2009

Rahasia Facebook

facebook memang sedang mendunia ... maka nya Gue iseng2 ngutak-ngatik facebook ... tp yang utak-atik adalah profile id nya :
contoh nya gini, setiap user yang udah register bakal dapet profile id ...
contoh nya FB Gue nih http://www.facebook .com/profile. php?id=111664020 2
nah, buat yang pernah belajar database pasti tau mxd dari id=1116640202 ...
Gue coba iseng2 untuk id=1 sampe id=100
ternyata id 1 sampe 3 ga ada value nya alias kosong so bakal redirect k halaman home ...


nah ternyata id=4 muncul tuh ... http://www.facebook .com/profile. php?id=4 nah ternyata itu adalah acc nya Mark Zuckerberg, alias yang punya FB ...

Gue coba lagi id=5 ... muncul tuh acc nya Chris Hughes, salah satu pendiri facebook juga http://www.facebook .com/profile. php?id=5

pas Gue coba 6, eh value nya kosong ...

Gue coba lagi id=7 ... muncul lah acc Arie Hasit ,,,

coba lagi 8,9,10 ternyata kosong ,,,

dan Gue coba id=11 ,,, ternyata acc nya Soleio ...

dari id 12-25 kosong trus ,,, dan baru ada value nya lagi di id=26 sampe id 32

di id=33 valuenya kosong juga ,,,

nah, sebenernya Gue belom dapet mecahin maksud dari id2 yang kosong dan mengapa mulai dari 4,5,7,11 etc ...

Gue coba googling dengan keyword 45711, 4 5711 45 711 457 11, etc ... akhirnya Gue kepikiran untuk mecahin jadi tanggal pada bagian 711 ,,, jadi 7 november ... dan yang Gue temuin d google adalah

itu adalah Alpha Epsilon Pi, yaitu organisasi persaudaraan yahudi d amerika selatan yang didirikan pada tanggal 7 november ...

kenapa Gue iseng banget utak-atik id FB? coz sama2 kita tau kalo pendiri2 FB kebanyakan yahudi ... biasanya yahudi tuh bikin isyarat2 atau simbol2 gitu ... contoh nya peristiwa 11 september (9/11) ,,, trus emergency call 911 ... maka nya Gue penasaran ,,,

mungkin ahli2 enskripsi ada yang berminat ... ^_*

kurang kerjaan mode on

Oke kita teruskan...

Mengapa USA menyerang Iraq dan Afganistan

Dialog seorang anak di amerika dan ayahnya tentang mengapa Amerika menyerang irak dan afghanistan
di petik dari tulisan :H.Muh.Nur Abdurrahman
"diterjemahkan secara bebas"

Anak: Mengapalah pula kita harus menyerang Iraq, bapak?
Ayah: Oh, pastilah itu, tersebab Iraq punya senjata pemusnah massal, buyung.

Anak: Tapi bapak, itu inspektur PBB tak menemukan sedikitpun senjata itu.
Ayah: Oh, karena senjata pemusnah itu disembunyikan mereka.

Anak: Jadi itulah sebabnya kita serbu Iraq?
Ayah: Betul sekali, menyerbu Iraq lebih baik dari inspeksinya PBB.

Anak: Tapi bapak, setelah kita duduki Iraq, tetaplah senjata itu tak ditemukan, bukan?
Ayah: Oh, orang Iraq menyembunyikannya dengan baik. Tak perlulah kau kuatir, pasti ditemukan juga boleh jadi sesaat sebelum Pilpres tahun 2004 nanti.

Anak: Untuk apa bagi Iraq senjata pemusnah massal itu?
Ayah: Dipakai untuk perang, pandir.



Anak: Tidaklah aku mengerti, kalaulah mereka punya senjata itu untuk dipakai perang, tak masuklah di akalku, tatkala kita serbu mereka, lalu mengapa pula tak mereka pakai senjata itu untuk melawan kita!
Ayah: Oh begini, prinsip mereka, senjata pembunuh massal itu sangat dirahasiakan, sehingga mereka memilih lebih baik mati ribu-ribuan daripada mempergunakannya dalam perang melawan kita.

Anak: Tetap tak masuk di akalku, memilih ribu-ribuan mati daripada mempergunakan senjata pembunuh massalnya itu.
Ayah: Mereka punya budaya tidak sama dengan budaya kita, bagi kita tak masuk akal, tapi menurut budaya mereka, itu masuk akal.

Anak: Ah, juga tak masuk di akalku budaya kita berbeda dengan budaya mereka dalam hal perang. Yang lebih masuk akal, mereka tak punya senjata pemusnah massal itu, seperti yang Pemerintah kita tuduhkan.
Ayah: Sebenarnya taklah begitu penting mereka punya senjata itu atau tidak. Kita masih punya alasan lain untuk memerangi mereka.

Anak: Oh, apa itu?
Ayah: Sungguhpun Iraq tidak punya senjata pembunuh massal, Saddam Hussein adalah seorang diktator yang kejam. Alasan ini sudah cukup bagi kita untuk memerangi Iraq.

Anak: Kekejaman apalah yang dilakukan Saddam Husain itu?
Ayah: Ia menyiksa rakyatnya sendiri.

Anak: Seperti dilakukan Pemerintah Cina terhadap rakyatnya?
Ayah: Tak boleh kau bandingkan Iraq dengan Cina, sebab Cina menguntungkan kita dari segi ekonomi. Perusahaan kita yang ditanam di Cina sangat menguntungkan karena di Cina upah buruhnya sangat rendah. Cina bikin kaya perusahaan Amerika.

Anak: Oh, jadi kalau Cina membiarkan rakyatnya diperas tenaganya oleh perusahaan Amerika, walaupun negara itu menyiksa rakyatnya sendiri, maka Cina itu negara yang bagus?
Ayah: Betul sekali, buyung.
***

Anak: Mengapa pula kita memerangi Afghanistan?
Ayah: Karena apa yang mereka perbuat atas peristiwa WTC 11 Sept itu.

Anak: Ada apa urusannya dengan Afghanistan terhadap kita dalam peristiwa itu?
Ayah: Waktu itu empat pesawat terbang kita dibajak oleh 19 orang, di antaranya 15 orang Arab Saudi, kemudian dua pesawat ditabrakkan pada gedung WTC dan sebuah pada Pentagon, dan menjadi korban lebih 3000 orang Amerika terbunuh.

Anak: Orang Arab yang melakukan, orang Afghan yang disalahkan, cerita apa itu.
Ayah: Orang-orang Arab itu dilatih di Afghanistan yang diperintah oleh Thaliban yang represif.

Anak: Tapi bukankah Pemerintah Bush memberikan kepada Thaliban 43 juta dollar bulan Mei 2001 yang lalu?
Ayah: Ya, ya, itu hadiah kepada Thaliban karena berhasil memberantas perkebunan candu.

Anak: Bagaimana Thaliban berhasil dengan pekerjaan hebat itu?
Ayah: Sangatlah sederhana. Yang ketahuan bertanam candu dipotong tangannya.

Anak: Lalu bagaimana pula jika Thaliban memotong tangan untuk pelanggaran yang lain?
Ayah: Kalau untuk membasmi candu, itu bagus sanksi potong tangan. Tapi kalau tangan pencuri dipotong, itu kejam.

Anak: Tapi di Arab Saudi, bukankah tangan pencuri dipotong juga?
Ayah: Oh, itu beda. Afghanistan diperintah oleh rejim tirani patriarki yang menindas perempuan, yang dipaksa pakai burqa di tempat publik.

Anak: Tapi bapak, bukankah di Saudi juga perempuan disuruh pakai burqa.
Ayah: Beda buyung, di Arab Saudi perempuan pakai pakaian penutup tubuh Islam tradisional.

Anak: Di mana letak bedanya?
Ayah: Burqa penutup tubuh perempuan di Arab Saudi yang menutup seluruh tubuh kecuali mata dan jari-jari tangan adalah model pakaian bagi perempuan Islam tradisional. Sedangkan Sedangkan burqa di Afghanistan untuk menutup seluruh tubuh perempuan kecuali mata dan jari-jari tangan, adalah alat kejam dari rejim penindas patriarkis Thaliban.

Anak: Lagi-lagi tak kulihat bedanya.
Ayah: Buyung, buyung, sangat beda Arab Saudi sahabat kita, sedang Thaliban musuh kita.

Anak: Siapa yang melatih orang-orang Arab pembacak pesawat itu di Afghanistan?
Ayah: Orang yang sangat jahat sekali, namanya Osama bin Laden.

Anak: Bukankah Osama orang Arab Saudi juga, jadi ia sahabat kita.
Ayah: Oh, oh, buyung, buyung.

Anak: Bapak, perang itu baik atau jahat?
Ayah: Perang itu baik kalau menguntungkan kekuasaan dan ekonomi kita, jahat kalau merugikan kita.

Anak: Selain itu apa lagi baiknya perang?
Ayah: Yaitu kalau Tuhan di pihak Amerika.

Anak: Jadi kita memerangi Afghanistan dan Iraq, juga karena Tuhan menghendakinya?
Ayah: Betul sekali, buyung.

Anak: Tapi, bagaimana kita bisa tahu Tuhan menginginkan kita memerangi Afghan dan Iraq?
Ayah: Oh, itu, Tuhan sendiri yang bicara langsung dengan George W Bush.

Anak: Oh begitu, jadi pada dasarnya kita menyerbu Afghan dan Iraq karena George W. Bush hears voices in his head! (terjemahan secara harfiah: GWB mendengar suara-suara di kepalanya, secara ma'nawi: GWB tidak beres otaknya)

Para pembaca, pesan-pean apa yang dapat dipetik dari dialog simulasi di atas itu? Tidak lain dari ganasnya fitnah yang bertumpu pada paradigma prinsip nilai ganda demi keuntungan politik dan ekonomi, HAM jauh panggang dari api, ditendang jauh-jauh.

Firman Allah:
-- ALFTNT ASYD MN ALQTL (S. ALBQRT, 2:191), dibaca:
alfitnatu asyaddu minal qatli, artinya:
-- Fitnah itu lebih keras dari pembunuhan.
WaLlahu a'lamu bisshawab.
Sumber :http://wahyu-akal.co.nr/

Oke kita teruskan...

Professor Termuda AS ternyata adalah orang Indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di
Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang,
banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk
membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang
paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang
ke Indonesia .

Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA
Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika.
Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied
Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya
hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian
meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D)
di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang
tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari
beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia
pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja

sekarang.


Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A.
Peterson Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis
Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di
tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai
journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18
perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai
pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia
.

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan
juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang
mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan
kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor
hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika
Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang
sangat mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di
Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil
untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang
sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia
. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia
adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup
untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus
mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di
banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen
tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah.
Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak
pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang
profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia ..
Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu,
ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk
tidak bekerja di Indonesia . Panggilan seorang profesor atau dosen adalah
untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia
lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".
INDONESIA LAYAK BERBANGGA

Hem... Hebat Tapi Ironis

Oke kita teruskan...